Jalan panjang menuju Jepang, takdir itu sudah ditulis 50ribu tahun yang lalu

 

Seumur hidup saya, tidak pernah terbersit keinginan untuk melanjutkan sekolah atau bekerja di negara-negara asia timur. Dari zaman SD yang saya tau sekolah yang keren itu adalah ke Jerman, karena cita-cita saya waktu kecil adalah menjadi Habibie. Pun demikian setelah saya lulus dan bingung mencari sekolah baru dengan bidang riset yang sama. Saya tidak menoleh sedikitpun kampus-kampus Jepang walaupun bidang riset yang saya kerjakan awalnya dari sana dan prof2 mumpuninya ada di disana. Entahlah, seperti ada yang menahan diri saya untuk tidak membuka diri dengan Jepang. Selain sekolah-sekolah di Malaysia, saya focus mendaftar di UK, Eropa dan sekitarnya, sampai ke Aussie dan New Zealand, walaupun akhinya malah nyantol di Saudi Arabia, dengan seorang Prof. Jepang! Begitulah takdir..

Bekerja beberapa tahun dengan prof jepang, saya semakin antipati dan berazzam kuat di dalam dada, tidak akan pernah lagi kerja dengan orang Jepang. Tapi apa daya, hati yang telah membeku ini akhirnya leleh juga. Suatu hari di hari-hari padat penuh dengan jadwal ngelab dan meeting dan membuat report, tiba-tiba pak bos yang orang jepang itu mendekati meja saya dan bertanya apakah saya ingin ke Jepang? oh tentu saja! karena tau kalau saya suka main dan jalan-jalan, pak bos langsung berkomentar, buat kerja, bukan main! hehee sayapun membalasnya dengan jawaban mengambang, saya perlu waktu untuk berpikir. Lagipula saya belum lulus waktu itu. Dalam hati saya bergumam, lepaskanlah dulu ikatan ini….

Setelah itu, saya semakin sibuk demikian halnya dengan pak bos, tentu saja jauh lebih sibuk dari saya. Sayapun lupa dan menganggap obrolan itu tidak pernah ada, sampai setelah setahun kemudian, 3 bulan menjelang defense, pak bos datang ke meja yang sama, dengan tawaran yang sama. Kali ini saya menjawab lebih diplomatis, saya harus bertanya dulu ke suami saya. Pak bospun menyerah tapi tetap berharap saya memberi jawaban. Sampai akhirnya beberapa saat sebelum saya defense pak bos bertanya lagi dengan tambahan kalimat jika saya tidak mau mengambilnya, lowongan ini akan diberikan ke teman yang lain. Sayapun pasrah, karena memang belum punya bayangan akan pergi kemana setelah lulus, dan menganggur bukan opsi yang menyenangkan.

Singkat cerita, setelah lulus defense thesis – yang mana salah satu komitenya adalah bos besar saya sekarang di Jepang- saya mengirimkan CV dan tidak lama setelah itu mendapat balasan. Balasan yang sangat singkat jelas dan padat. Ok, kami sudah memeriksa CV kamu dan kamu diterima. Kemudian pak calon bos mengirimkan 3 email sekretaris dan salah satu sensei disini untuk mengurus masalah administrasi. Bukan sulap bukan sihir, satu-satunya dokumen yang saya kirimkan untuk mendapatkan surat undangan visa ke jepang (disini disebutnya certificate of eligibility) hanya fotokopi passport. Setelah menunggu selama sebulan, dikirimlah certificate itu ke Indonesia, sayapun memenuhi syarat-syarat untuk daftar visa di kedubes Jepang di Jakarta, dan tepat 3 hari sebelum kejadian bom sarinah yang heboh itu, saya mendapat visa dan berkeliaran di sekitar sana. Antara bersyukur dan kaget.

Tibalah kami (saya dan suami) di Jepang di suatu sore yang dingin di penghujung bulan Januari 2016. Dengan membawa beberapa buah koper, yang kami heboh geret kesana kemari, kami menuju hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus dan calon rumah baru kami. Yup, kami sudah menguhubungi salah satu agen perumahan di Jepang sebulan sebelumnya dan diberi tau kalau hari libur mereka tutup. Keesokan harinya kami ke kampus, saya mendapat laptop baru, kemudian pergi ke hotel mengambil barang, dan pindah ke rumah baru, yang ukurannya tidak lebih besar dari kamar saya di rumah yang dulu di kampus tengah gurun itu. Sayapun terkejut!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s