Cuti-Cuti Malaysia (3), perjalananan ke pulau Penang, merasakan sensasi naik ferry untuk pertama kali

Perjalananan jauh kedua setelah Melaka, dengan anggota yang sama ketika ke Melaka, teman Indo satu asrama plus satu teman Indo asrama beda blok. Perjalananan kali ini sedikit terencana karena kami harus booking hotel lebih awal supaya mendapat harga lebih murah.

Seperti biasa perjalananan dimulai dari depan gerbang kampus, menunggu bis umum ke arah Ipoh. Sampai di Ipoh kami membeli tiket bis menuju Butterworth (ferry station di Penang) dan ternyata perlu menunggu sekitar satu jam. Untuk mengisi waktu, kami berkeliling sekitar terminal Ipoh, dan jajan-jajan makanan kecil. Jagung manis keju plus susu di terminal Ipoh rasanya aduhai sekali…

Bispun akhirnya berangkat dan sepanjang jalan selain mengobrol kami isi dengan tidur. Setelah 2 jam bis sampai di Butterworth dan kami melanjutkan perjalananan naik ferry menuju pulau Penang. Yup, Penang adalah sebuah pulau kecil di Malaysia yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Tinggal menyebrang selat Melaka dari Penang, sampailah kita di Belawan. Bagi saya inilah pengalaman pertama naik ferry. Maklumlah, seumur hidup hanya tinggal di jawa yang kemana-mana perginya naik angkot, paling keren naik bis. Setelah 15 menit, ferry sampai di Penang, tepat di stasiun bus angkutan kota yang mengangkut kami kemanapun kami mau pergi di Penang ini. Transportasi di Penang sudah sangat baik untuk ukuran sebuah pulau, dibanding negara tetangganya..hehee

dalam-ferry

Suasana di dalam ferry

Bis angkutan kota di Penang hampir mirip dengan bis di KL, hanya saja di Penang tidak ada LRT atau monorail seperti di KL. Sampai di hotel kami cukup bahagia karena selain letaknya yang strategis, kamar hotelnya juga bagus. Dua Kasur besar sudah tersedia dengan harga yang murah. Setelah cukup istirahat, kami melanjutkan perjalananan berkeliling Penang, dengan taksi! ternyata taksi disana juga tidak terlalu mahal. Sama dengan di Melaka, pak supir taksi menawarkan harga tertentu untuk berkeliling Penang selama dua hari, dan kami hanya perlu menawar. Tujuan utama kami ke Penang, tentu saja makan-makan, sisanya jalan-jalan. Yang pertama kali dicari adalah tidak lain tidak bukan, makanan favorit kami, duren! Duren di Penang selain besar dan manis, juga murah-murah. Kamipun tidak bisa menghabiskan duren yang kami beli dipinggir jalan dan harus membungkus sisanya untuk dibawa ke hotel. Setelah puas makan duren, kami kemudian jalan-jalan di sekitaran Gurney untuk berburu makanan lain. yang paling saya ingat sampai sekarang, rujak buah! perpaduan asam manis berbagai jenis buah dengan sambal gula merah dan kacang yang tidak terlalu pedas tapi rasanya pas..lekker.. Selain rujak buah, banyak sekali pedagang makanan lain, kebanyakan Chinese food. akan tetapi untuk lebih amannya kami memilih makanan Melayu atau yang di jual pakcik-pakcik Melayu seperti nasi ayam atau satay. Sayang sekali kami tidak sempat menikmati nasi kandar Penang yang terkenal itu.

rujak

Rujak mantap, RM 3 sahaja

Selesai Gurney kami kembali ke hotel dan melanjutkan pesta duren… Keesokan harinya kami kembali dijemput pak supir taksi dan kembali berkeliling. Yang paling saya ingat kami pergi ke bukit bendera dan ke batu feringgi. Untuk pergi ke bukit bendera, pak supir taksi hanya mengantar kami ke stasiun kereta dan kami melanjutkan perjalanan dengan kereta, menaiki bukit setinggi 700 m. back then, sebelum melihat belahan dunia lain, of course I was amazed. Selain digunakan untuk wisata, kereta itu juga digunakan untuk transportasi penduduk yang tinggal di sekitar bukit bendera. Sesampainya di puncak kami hanya berkeliling sebentar karena tidak terlalu banyak atraksi yang bisa dikunjungi. Ada sebuah masjid cantik yang bersebelahan dengan kuil, tepat di puncak bukit bendera itu. Setelah puas berpusing-pusing di sekitar bukit bendera kami kemudian kembali ke stasiun kereta di bawah dan berjalan-jalan lagi ke beberapa tempat. Mengunjungi sebuah museum yang berisi action figures atau makhluk-makhluk aneh lainnya, mengunjungi masjid terapung, dan terakhir mengunjungi pantai batu feringgi.

kereta

Kereta di rel menanjak menuju bukit bendera aka Penang hill

Sebenarnya pantai di Penang tidak terlalu cantik, tapi masih jauh lebih baik dibanding pantai di Melaka. Point plusnya tentu saja karena mudahnya transportasi menuju pantai. Jalan-jalan yang besar dan mulus, dilalui oleh bis umum yang harganya murah. Setelah puas bermain-main di Pantai, kami kemudian menghabiskan sore hari di sekitar Queen’s Bay Mall, memandang sebuah pulau dari kejauahn, dan window shopping di Mall, termasuk membeli sandal, mengganti sandal jepit saya yang sudah bulukan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s