Cuti-Cuti Malaysia (2), perjalananan ke Melaka, hanya sekedar piknik atau mengambil data

Karena tidak pulang pas lebaran dan liburan, saya dan 2 orang teman memutuskan untuk jalan-jalan yang sedikit lebih jauh dari KL. Kali ini ke Melaka, kota sejarah di Malaysia, yang berjarak hanya sekitar 2 jam dari KL. Perjalanan ini juga merupakan jalan-jalan resmi saya yang pertama sejak belajar di kampus baru, bukan wisata medis seperti biasanya.

Kami berangkat naik bis sore hari dari kampus dan transit di KL. Karena sudah malam, kami memutuskan untuk menginap semalam dan melanjutkan perjalananan keesokan ahrinya. Karena low budget dan hanya ingin menumpang tidur, kami mencari hotel termurah di sekitaran terminal puduraya.Sayang sekali, hotel nyaman dan bersih yang sudah 2x kami kunjungi sebelumnya sudah fully booked. Akhirnya kami berkeliling dan menemukan hotel sangat murah di sekitar Petaling street. Karena sudah malam dan tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitar, kami langsung menuju ke kamar segera setelah membayar hotel. Betapa terkejutnya kami karena kamar dalam keadaan kotor, sprei tidak diganti, dll. Ah, beginilah rupanya nasib menginap di hotel murah. Kamipun tidak berani tidur menggunakan sprei yang ada. Sepanjang malam, saya tidur dengan mukena. Pagi harinya, kami buru-buru pergi dan membeli tiket bis untuk ke Melaka. Tiba di Melaka sebelum waktu makan siang, yang berarti belum waktunya check in. Kamipun menitipkan tas dan jalan-jalan di sekitaran hotel. Kami hanya berjalan dan kemudian menemukan kompleks bangunan tua seperti benteng-benteng dan gereja yang semuanya berwarna merah, bukan merah menyala seperti warna tahun abru Cina, warna merah agak muda sedikit ungu. Karena hari libur, banyak pengunjung di sekitara kompleks itu. For a moment, ketika melihat bangunan-bangunannya, saya tidak merasa sedang di Malaysia, melainkan jauh ke negeri di barat sana, Portugis! (walaupun belum pernah kesana). Setelah cukup puas berfoto-foto cantik di halaman depan kompleks bangunan itu (yup, back then saya masih gadis muda belia alay yang suka foto-foto pose cantik), kami masuk kedalamnya yang ternyata merupakan sebuah museum. Saya kurang ingat apa namanya, yang pasti benda-benda bersejarah dari zaman penjajahan dulu sampai benda-benda tradisional Malaysia dipajang disana. Keluar dari museum ternyata kami berada di sebuah bukit, dengan beberapa mesiu yang berjejer dan tembok-tembok tinggi disekitarnya. Ada bagungan besar lain di atas bukit itu yang ternyata museum juga, tetapi kami sudah terlalu malas untuk mengunjunginya.

Hari kedua di Melaka kami berjalan-jalan di sekitar nyonya peranakan, melihat-lihat souvenir dll. Karena masih banyak yang ingin dilihat, kamipun akhirnya naik taksi menuju sebuah masjid bersejarah di Melaka, salah satu masjid tertua di Malaysia, yang sayangnya saya lupa namanya. Pak supir taksi kemudian menawarkan untuk mengantar kami berkeliling seharian dengan harga berbaloi, alias harga yang sangat masuk akal. Benar benar hemat energy dan hemat biaya, seperti slogannya lampu Philips.. Kamipun berkeliling dengan taksi mengunjungi beberapa tempat, ke kompleks rumah-rumah tradisional melayu, rumah panggung tua yang cantik dan terawat, ke benteng-benteng tua, ke sumurnya Hang Tuah, bahkan sampai ke pantai Melaka..hoho tiba-tiba saya ingat lagu jadul tentang selat Melaka. Akan tetapi sayang sekali, pantai Melaka bukan pantai biru dengan pasir putih, pantai yang selama ini saya lihat. Pantainya berwarna keruh dan sedikit kecoklatan, pasirnyapun tidak putih. Tapi lumayanlah, bisa berlepak-lepak di pantai sambil menikmati es kelapa muda… Kamipun pulang dengan hati bahagia

petronas-melaka

Petronas penapisan Melaka, tempat kami mengambil data

Di masa-masa akhir study saya, setelah submit thesis saya perlu menunggu sekitar 1-2 bulan sebelum akhirnya defense. Menunggu waktu yang pas dengan para examiner dan menunggu kelengkapan administrasi yang saya tidak tau kenapa harus begitu lama. Karena tidak suka pulang ke rumah padahal masih ada yang harus dikerjakan, akhirnya saya memilih untuk tetap di kampus, walaupun bosan melanda tiada tara. Tiba-tiba suatu hari seorang teman mengajak saya untuk menemaninya mengambil data ke Melaka, ke salah satu refinery petronas disana. Dengan senang hati sayapun menyanggupinya karena untuk mengambil data keluar, student bisa meminjam mobil dari kampus, sekaligus disediakan supirnya. Pergilah kami berempat, saya dengan dua orang teman, dan bapak supir. Berangkat siang hari dari kampus dan sampai Melaka menjelang magrib. Setelah magrib ini merupakan bagian trip ke Melaka yang paling saya ingat sampai sekarang. Saatnya makan malam, pak supir membawa kami ke sebuah restoran ikan asam pedas. Awalnya saya skeptic karena saya bukan termasuk kelompok pecinta ikan. Walaupun ramai orang mengantri, skeptisme saya semakin bertambah ketika melihat sup ikan pedas dihidangkan. Warnanya tidak begitu menarik, tidak bening dan tidak pula kental, sedikit keruh dengan warna merah yang saya tebak berasal dari cabe bubuk. Beberapa potong ikan kecil dalam mangkuk itu, disajikan dengan tauge rebus tanpa bumbu apapun. Harapan saya, setidaknya taogenya dioseng, untuk menambah rasa. Ah, tapi ternyata, saya salah dalam semua hal yang berhubungan dengan makanan di rumah makan ini. Perpaduan sup ikan asam pedas dengan taoge rebus yg plain ini justru menciptakan sensasi yang luar biasa. Segarnya kuah asam manis menghilangkan bau amis pada ikan, dan krenyes2nya taoge rebus menambah sensasi tak terlukiskan…karena rasa tidak pernah bohong.. Itulah sup ikan asam pedas terenak yang pernah saya makan, bahkan sampai sekarang… ah sayang sekali, saya tidak pernah berhasil mengingat nama rumah makannya…

Pulang dari Melaka, saya tidak ikut rombongan yang langsung ke kampus, melainkan minta diturunkan di terminal bis Melaka. Saya kemudian melanjutkan perjalanan ke KL dengan bis, untuk sebuah tujuan mulia. Numpang nonton piala dunia! Seorang teman saya rutin mengambil data di KL dan selalu menginap di hotel, sayapun kadang numpang d hotelnya hanya untuk menumpang nonton bola! Begitulah pekerjaan orang yang menunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s