Pertama kali naik pesawat, merantau ke negri jiran

Selama bekerja di BPPT, sebenarnya saya juga sedang menunggu untuk registrasi kuliah S2. Masih ada satu syarat nilai TOEFL yang belum bisa saya penuhi, sehingga  harus postpone selama satu semester. Selama masa menunggu itu, saya dua kali ikut tes TOEFL dan akhirnya dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk registrasi di kampus baru. Kali ini, kebetulan kampusnya bukan di Indonesia, akan tetapi di negara tetangga yang saya belum tau banyak informasi tentangnya. Kenapa pilih ke Malaysia bukan negara lain yang lebih keren seperti Inggris atau Amerika? Saya sadar diri. Dengan IPK yang pas-pasan (tidak cumlaude seperti para penerima beasiswa pada umumnya), diterima di Malaysia saja sudah banyak bersyukur. Bahasa Inggris saya juga tidak terlalu bagus.

Cerita masuk kampus baru diawali dengan cerita membuat passport yang sedikit berliku. Tidak pernah sebelumnya ada riwayat orang membuat passport di keluarga saya, maka jadilah saya yang pertama, yang tentunya harus repot mencari informasi kesana-kemari. Setelah bertanya kepada beberapa teman, akhirnya saya mendapatkan informasi bahwa untuk membuat passport di Sukabumi diperlukan surat keterangan kelakuan baik. Pergilah saya ke kantor polsek untuk membuatnya, akan tetapi bapak-bapak disana memberi tau kalau saya harus membuatnya di polres, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Di Pelabuhan ratu, sekitar 2 jam perjalanan dengan bis. 2 jam perjalanan berbelok-belok dengan satu tanjakan curam, lumayan menantang. Akhirnya saya langsung pergi ke kantor polres yang jauh itu. Langsung datang dan mengutarakan maksud saya kemudian ditunjukan kantor mana yang harus saya datangi. Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya saya diberitahu bahwa untuk membuat passport saya harus membuat SKCK di Kapolda dan Polres hanya akan memberikan surat keterangan untuk dibawa kesana. Selain itu saya juga diharuskan membayar uang administrasi yang sayangnya saya tidak punya saat itu. Uang sisa ongkos saya gunakan untuk makan siang..hehee… dengan muka memelas, saya meminta maaf dan berkata bahwa uang saya sudah habis, hanya cukup untuk ongkos. Alhamdulillah, saya dibebaskan dari kewajiban membayar uang administrasi. Long story short, akhirnya saya ke Bandung. Karena susahnya membuat SKCK ke polda, saya memilih untuk membuat passport di kantor imigrasi Bandung, instead of Sukabumi, yang ternyata tidak mensyaratkan skck. Lumayan harus pulang pergi 2x, akhirnya passport saya jadi dan saya siap berangkat!

Perjalanan ke Malaysia adalah perjalanan saya pertama kali ke luar negri, sekaligus pengalaman pertama naik pesawat terbang. Waktu kecil saya hanya bisa teriak minta uang sambil lari-lari jika ada pesawat lewat, akhirnya bisa naik juga.. duh, kampung sekali

Seperti yang sudah-sudah, tidak ada yang terencana dengan baik dalam semua perjalanan saya. Satu hari sebelum saya berangkat, masih ada rapat di BPPT Thamrin sampai sore. Karena jalanan macet, baru jam 9 malam saya sampai di kosan di Serpong, disambung packing kilat, saya kemudian naik angkot ke rumah sepupu di daerah poris, deket bandara cengkareng, karena saya terbang jam 6 pagi. Mama dan keluarga saya dari Sukabumi sampai ke rumah sepupu sekitar jam 2 pagi, ceritanya mau mengantar  ke Bandara. Pagi berikutnya, kami berangkat ke Cengkareng. Bawaan saya kali ini cukup banyak, sebuah koper berisi baju dan fotokopian buku-buku dan sebuah tas ransel yang setia nangkring dipunggung saya selama beberapa tahun terakhir. Karena masih newbie dalam dunia perpesawatan (beda tipislah antara newbie dan kampung), saya tidak tau kalau ada maximum weight untuk luggage. Sayangnya, koper saya saat itu overweight sehingga harus membayar biaya kelebihannya. As always, uang rupiah saya saat itu pas-pas-an karena sebagian sudah ditukar ke ringgit Malaysia dan dipakai untuk membayar pajak. Yup, saat itu masih ada kewajiban bayar pajak sebesar 2 juta rupiah untuk warga Indo yang pertama kali pergi ke luar negri dan tidak mempunyai NPWP. Alhamdulillah, saat itu saya pergi bersama sepupu dan beliaulah yang membayar biaya kelebihan bagasi.

Menaiki pesawat, seperti biasa saya sok pede walaupun literally asing didalamnya, termasuk belum tau bagaimana caranya memasang sealt belt. But hey, I am an engineer. Menemukan bagaimana caranya masang seat belt is a piece of cake.. wohooo…Pesawat saat itu penuh dengan rombongan bapak-bapak berjenggot dan berjubah, berwajah India atau Pakistan. Sebagian mereka bisa berbahasa Indonesia, dan setelah sedikit mengobrol ternyata mereka sedang dalam safari dakwah. Karena tidak banyak yang bisa dilakukan, saya hanya tidur sepanjang perjalanan. Tiba di bandara LCCT, saya sudah dijemput oleh tim dari kampus. Tiba pagi sekitar pukul 8, akan tetapi karena masih ada rombongan lain dari Indonesia, kami berangkat dari bandara menuju kampus sekitar sore hari menjelang magrib.

Selama di bandara dan mampir di rumah makan, saya melihat banyak sekali orang India dan dengan polosnya bertanya kepada bapak-bapak yang menjemput, kenapa banyak sekali orang India di Malaysia..hehee…Little did I know ternyata Malaysia terdiri dari tiga etnis besar, Melayu, Cina, dan India.

Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah kami di kampus tercinta sekitar jam 12 malam. Sedikit shock, karena saya kira kampus yang baru ini berada di daerah Kualalumpur, atau setidaknya dekat dari kota. Sayangnya tidak. Kampus ini terletak di negri Perak, tepatnya di Tronoh yang berjarak sekitar 4 jam dari KL dan satu jam dari Ipoh (ibukota Perak). Sepanjang pengetahuan saya, Malaysia adalah Twin tower. Sayapun siap memulai petualangan baru dengan sibuk menggeret koper yang patah rodanya, di tengah malam buta, di sebuah kampus megah yang dikelilingin hutan belantara, kampus Universiti Teknologi Petronas.

asrama

Nongkrong di belakang asrama kampus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s