Jogja-Bandung-Sukabumi: cerita-cerita dalam bis (1)

Setelah settle di Jogja (cerita settle di Jogja teramat panjang, tidak mungkin untuk saya tulis dsini), saya tidak banyak menghabiskan waktu di luar. Sebagian besar waktu saya gunakan untuk tidur di kosan saya, atau di asrama setelah saya pindah kesana. Di Jogja saya menjadi sangat ahli untuk menghemat uang. Bagaimana tidak, kadang dalam seminggu saya hanya dapat kiriman Rp. 20,000. yup, 20 ribu rupiah/minggu sodara-sodara. Mengakali pengeluaran seribu-dua ribu/hari menjadi keahlian yang sangat saya banggakan sampai sekarang. Makan cukup 2 kali sehari, budget seribu rupiah saja. Caranya, beli makan nasi-sayur yg harganya 700 rupiah saja, banyakin ngambil nasi sehingga harga hanya naik menjadi seribu. Ingat, makan harus dibungkus karena sampai kos2an bisa dibagi 2, untuk makan siang dan malam! Sering sih diliatin ibu2 penjaga rumah makannya, but why on earth should I care? Sarapan pagi saya adalah 2 keping malkist roma atau satu buah roti zaenal yg saya beli selang seling tiap minggu di mirota kampus! Ok, kalau untuk makan saja harus super hemat, travelling is a day dreaming! Selain Maliboro dan pasar Beringharjo, tempat-tempat wisata yang pernah saya kunjungi di Jogja hanyalah Waduk Sermo dan pantai Glagah (itupun waktu KKN). Ah bahkan perjalanan Sagan-Bantul untuk menengok dan mengirim uang transfer bulanan sepupu saya yang pesantren disana juga sudah merupakan perjalanan menyenangkan buat saya.

Selama di jogja, travelling jauh yang saya lakukan hanya Jogja-Sukabumi, bisa direct atau pake acara mampir di Cirebon atau Bandung. Untuk berkunjung, bermain, dan mencari tambahan ongkos…hahahaa

Banyak kejadian-kejadian seru dalam perjalan2 rute itu. Beberapa diantaranya

Perjalanan Jogja-Cirebon di suatu hari menjelang Idul Adha tahunnya saya lupa

Hari libur adalah hari favorit saya sejak kuliah di Jogja. jangankan libur panjang, libur 3 haripun sudah cukup membuat saya kegirangan dan mencari cara dan dana, untuk mudik, entah ke Sukabumi atau mengunjungi kakak di Cirebon.

Suatu hari di terminal umbulharjo (waktu itu belum pindah ke Giwangan), saya melihat beberapa bis bagus jurusan Jogja-Cirebon dan Jogja-Tegal. Setelah mencari2 info, ternyata harga tiket bisa masuk budget, budget maksain dan nyari uang tambahan dari mana2, maksudnya..hahaha owh dan juga, dapat snack dan minum selama perjalanan. lumayan menghemat uang makan di jalan. Anyway, menjelang Idul Adha tahun sekian saya lupa persisnya, kampus libur 3 hari. Pulang ke Sukabumi ga mungkin karena nanggung dan ongkos terlalu mahal. Akhirnya nekat siang-siang datang ke terminal Umbulharjo dan menemukan bis inceran yg bagus itu, jurusan Jogja-Cirebon sudah penuh. Bapak penjual tiket menyarankan saya naik bis jurusan Tegal untuk kemudian nyambung ke Cirebon, karena Tegal-Cirebon ga tll jauh. Pergilah saya dengan bis ke Tegal. Selain macet dimana2, bis ternyata beberapa kali mogok, tapi masih bisa jalan kembali. Ketika sampai di daerah Bumiayu (yang waktu itu namanya baru saya dengar), bis kemudian mogok total, dan saya lapar. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya bis bisa jalan kembali. Sempat khawatir kemaleman lagi, tapi berusaha menikmati perjalanan. And it was all worth every penny and hours I spent on waiting. Setelah melewati kebun karet dengan jalan-jalan cantik yang meliuk-liuk, kami melewati bukit-bukit dengan sungai yang jernih. Lewatlah bis kami ke sebuah perkampungan dengan pemandangan yang saya ingat sampai sekarang. Di sebuah sekolah dasar, 3 orang anak laki-laki berpakaian tidak rapi alias kucel sedang latihan upacara. Mereka begitu sungguh-sungguh menghormat bendera. I was amazed for no reason. Anyway, waktu menjelang magrib dan kami belum sampai di terminal bis Tegal, malah berhenti di beberapa terminal antah berantah yang sama sekali saya tidak tau namanya. Pukul 8 malam sampailah saya di terminal Tegal, tanpa tau bis ke Cirebon sebelah mana dan tiketnya berapa. Setelah melihat sekeliling dan menemukan sepertinya saya satu2nya perempuan, berubahlah saya jadi anak manis dan mengajak ngobrol mas-mas yng duduk disamping yg ternyata sama-sama mau ke Cirebon. Lumayan mendapat teman ke Cirebon karena ternyata bis Tegal-Cirebon isinya bapak2 pulang kerja, hampir semua kalau saya tidak salah ingat. Sampailah saya di terminal Cirebon, dan nyambung naik elf ke Plered, malam hari sekitar pukul 10 dan sukses mendapatkan omelan dari sang kakak 🙂

Note: Bis Citra Adi Lancar pict was taken from majalahtransportasi.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s